Quantity Surveyor

BAB I

PENDAHULUAN

v Latar Belakang

Dalam pembangunan suatu proyek di perlukan suatu manajemenn proyek yang bertugas menyatikan dan mengoptimalkan sumberdaya yang di perlukan,sehingga suatu proyek dapat di selesaikan dengan tingkat kualitas (mutu) yang di tetapkan ,tepat waktu dan sesuai dengan biaya yang tersedia untuk mencapai tujuan di atas ,maka di perlukan suatu system control dalam manajemen proyek.Salah satu bagian dari control tersebut adalah control biaya yang berfungsi untuk mengontrol antara biaya yang sesungguhnya dengan biaya proyek.Untuk melaksanakan fungsi control biaya di perlukan suatu badan yang mempunyai kemampuan dalam menghitung jumlah bahan-bahan dan biaya yang di perlukan oleh suatu proyek.Badan ini dalam suatu proyek di sebut Quantity Surveyor.

Quantity surveyor adalah suatu tenaga ahli yang professional dalam bidang ekonomi bangunan yang secara khusus terlatih untuk mengendalikan biaya bangunan suatu proyek.Pengendalian biaya harus di lakukan sedini mungkin,sejak tahap permulaan rencana sampai selesainya suatu pembangunan suatu proyek ,sehingga keseluruhan biaya pembangunan dapat di sesuaikan dengan dana yang tersedia.

Quantity surveyor adalah suatu ilmu baru yang belum banyak di terapkan dalam suatu proyek,sehingga fungsi dan keberadan Quantity surveyor itu sendii masih menjadi badan konsultan yang jasanya di pakai oleh pihak pemilik pada proyek-proyek bertaraf internasional atau proyek-proyek swasta besar.

v Quantity surveyor di Indonesia

Quantity surveyor mulai masuk di Indonesia sekitar awal tahun 1970 dengan beberapa pakar asing dari Inggris dan Australia,dan mereka membuka usaha konsultan Quantity surveyor ini dengan mengambil tenaga kerja setempat untuk di jadikan asisten teknik dan melatih dalam bidang Quantity surveyor pada waktu itu ada dua atau tiga organisasi Quantity surveyor asing yang membuka usah di Jakarta di antaranya Widnell and Trollope Asia berganti nama menjadi PT Branusa,PT.Karra Antarbuana dan PT.Cakra trimurti mulia.

Sekitas 1990 konstruksi Quantity surveyor mulai berkembang di Jakarta ,tetapi masih terbatas hanya pada proyek-proyak Swasta.

Konsultan Quantity surveyor yang ada di Jakarta

1. PT.Branuasa

2. PT.Davis Langdon

3. PT.EC Harris Indonesia

4. PT.Internatinal Dasign Consultan

5. PT.Wilda Woolarinda Utama

6. PT.Partnership.

BAB II

ISI/BATANG TUBUH

v Aktifitas Qs Dalam Pelaksanaan Proyek Pada Umumnya Dapat Di Bagi Pada 3 Tahap:

1. Pra-Tender

· Membuat/membantu estimasinya Lingkup pekerjaan ini adalah tahap pertama untuk mengetahui beberapa perkiraan dana pembangunan proyek.Qunqtity Surveyor akan memilih metoda-metoda estimasi yang akan digunakan untuk pembuatan perkiraan biaya. Bilamana perlu mencari/mendapatkan penawaran-penawaran harga untuk komponen- komponen khusus.

· Membahas dan memberi saran atas feasibility yang telah dibuat.

· Advis masalah pendanaan/berhubungan dengan bank atau institusi keuangan non-bank.

· Menyarankan jenis tender / “Procurement” / jenis kontrak yang sesuai.

· Membuat rencana biaya dan berkonsultasi dengan arsitek dan para konsultan yang ada. Tahap ini

· Quantity Surveyor akan memecah estimasi (perkiraan) biaya yang telah dibuat ke dalam bentuk

· komponen-komponen kerja.

· Pengamanan biaya dan memberikan saran ekonomis terhadap perubahan-perubahan design.

2. Tender

· Membuat “Bill of Quantities”

· Dalam membuat “Bill of Quantities” ini quantity surveyor memerlukan spesifikasi dan persyaratan teknis pekerjaan dari arsitek dan konsultan lainnya.

· Menyiapkan formulir-formulir tender.

· Membantu membuat seleksi kontraktor dan sub kontraktor yang akan ikut tender.

· Menyiapkan surat-surat undangan tender untuk para kontraktor.

· Membuat/memberi rekomendasi evaluasi tender untuk masalah non-teknis.

Dalam tahap tender ini, pembuatan “Bill of Quantities” yang akan memakan waktu dan memerlukan keahlian Quantity surveyor yang cukup cakap, karena mencakup segi pengetahuan teknis dan kontrak-kontrak. “Bills of Quantitees” ini harus dibuat sejelas dan selengkap mungkin hingga semua komponenb bangunan sudah tercakup di dalamnya sehingga harga-harga penawaran yang dimasukkan berdasarkan “Bills of Quantities” bias dianggap sebagai biaya total pembangunan proyek

3. Post Tender

· Membuat rencana “Cash-Flow” pemilik.

· Membuat pembayaran (termi) prestasi pekerjaan fisik kontraktor.

· Menghitung dan menilai pekerjaan tambah/kurang.

· Memeriksa dan menyetujui perubahan pekerjaan dilapangan.

· Menilai pekerjaan yang dilaksanakan oleh sub kontraktor.

· Memeriksa dan menilai bahan bangunan di lapangan yang belum terpasang.

· Memeriksa dan membuat laporan atas “claim” yang diajukan kontraktor.

Pada tahap post-tender ini pihak Quantity surveyor kan ikut hadir dalam segala rapat lapangan yang mempunyai hubungan dengan biaya. Adakalanya Quqntity surveyor diperlukan kehadirannya di lapangan secara “Icnoqnito” khususnya dimana suatu pekerjaan perlu dinilai cepat misalnya pekerjaan pondasi dimana setelah pengecoran beton dilakukan kita tidak dapat melihat kedalaman/ketebalan pondasi itu atau kita tdapat lagi melihat tulanagan yang telah dipasang. Penjelasan aktivitas QS di atas tertuju pada perannya sebagai salah satu konsultan yang bertanggung jawab kepada Pemberi Tugas. Namun demikian QS dapat juga berperan di pihak kontraktor, yang mempunyai misi untuk mengurus pembayaran hasil kerja kontraktor dan menjaga kepentingan kontraktor secara umum

v Kedudukan Quantity Surveyor

a. Dalam tim konsultan proyek

Konsultan Quantity surveyor berdiri sendiri dalam tim konsultan proyek seperti juga dengan konsultan lainnya.Konsultan-konsultan tersebut bersetatus Independent namun masih dalam koordinasi dan bertanggung jawab atas tugasnya masing-masing kepada manajer proyek yang menjadi wakil pemilik (owner),hubungan konsultan Quantity surveyor dengan para konsultan lainnya secara organisasi adalah sejajar dan saling berkoordinasi Quantity surveyor suatu proyek adalah untuk mengendalikan biaya proyek.

b. Dalam tim manajemen proyek

1. Sebagai setaf ahli manajemen proyek.

Quantity surveyor di tunjuk langsung oleh owner dan di perbantukan pada manajer proyek sebagai ahli di bidang biaya dan kontrak

2. Konsultan Quantity surveyor sebagai staf ahli dalam manajemen konstruksi

Dalam kedudukan ini Quantity surveyor menjadi salah satu staf ahli khususnya di bidang biaya dan kontarak di antara keahlian lain yang ada dalam tim konsultan manajemen konstruksi Quantity surveyorbertanggung jawab langsung kepada manajer tim konsultan manajemen konstruksi.

c. Dalam kontraktor

Kedudukan Quantity surveyor dalam kontraktor akan bertujuan untuk mendapatkan pembayaran dari pemilik (owner) tepat pada waktunya atau secepat mungkin sesuai dengan pekerjaan yang telah di selesaikan untuk menghindari terjadinya masalah pada arus dana kontraktor.

Quantity suvayor di sini berfungsi sebagai berikut :

1. Menyiapkan Bill of quantities (BQ)

2. Mengumpulkan informasi biaya pekerjaan yang di perlukan.

3. Mempersiapkan daftar kebutuhan material sesuai dengan konterak.

4. Mempersiapkan arus dana yang di butuhkan kontraktor saat pelaksanaan proyek.

5. Memperkirkan biaya untuk disain alternative pada saat pelaksanaan pekerjaan.

6. Melakukan negosiasi dan mengelola sub kontraktor serta menyetujui hasil perhiyungan akhir sub kontraktor.

v Peranan Quantity surveyor dalam proyek

1. Mempersiapkan prelimari Budget estimate

Pada perhitungan prelimary budget estimatet berdasarkan gambar-gambar kerja dari arsitek.

2. Pembuatan Bill Of Quantities

Pada pembuatan Bill of quantities di sini di isikan besarnya kuantitas dan harga satuan pekerjaan yang nantinya akan di gunakan sebagai bahan pembanding harga penawaran yang di ajukan oleh kontraktor pada saat tender.

3. Pembuatan dokumen tender

Pada umumnya dokumen tender adalah suatu dokumen lengkap dengan semua informasi – infomasi yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan di lapangan kecuali gambar-gambar kerja.Isi dokumen tender terdiri dari persyaratan control ,spesifikasi teknis Bill of quantities,pekerjaan persiapan dan mobilisasi seta harga satuan kerja.

4. Pemeriksaan dokumen tender

Quantity surveyor memeriksa dan membandingkan harga penawaran yang wajar dan mendekati perhitungan yang telah di buat setelah itu Quantity surveyor memberikan laporan hasil tender dan merekomendasikan kontraktor mana yang memenuhi persyaratan untuk melaksanakan pekerjaan proyek tersebut.

5. Membuat dokumen kontrak

Setelah pemilik (owner) menetapkan kontraktor maka Quantity surveyor menyiapkan dokumen kontrak yang berisi dokumen perjajian yang mengikat antara pemilik dan kontraktor atas proyek tersebut.

6. Penilaian pekerjaan kontraktor

Penilaian ini di lakukan untuk menyesuaikan besarnya jumlah biaya yang harus di bayar oleh pemilik kepada kontraktor sesuai dengan banyaknya pekerjaan yang telah di selesaikan.Dari penilaian ini di buatkan sertifikat pembayaran (Progrees certifikasi) untuk di bayarkan kepada kontraktor sesuai dengan pekerjaan yang di capai.

7. Pemeriksaan pekerjaan tambah / kurang

Pekerjaan ini terjadi apabila pemilik melakukan perubahan terhadap desain gambar sehingga bentuk aal berubah sesuai dengan keinginan pemilik ,dan untuk melakukan pekerjaan baru tersebut kontraktor berhak mengajukan pekerjaan tambahan/kurang tadi,setelah di setujui konsultan Arsitek,MK dan Quantity surveyor.

Harga penawaran di ajukan oleh kontraktor dan di periksa olah Quantity surveyor apa bila harga yang di tawarkan itu wajar dan jumlah kualitas material sesuai dengan perubahan pekerjaan yang terjadi.

8. Membuat perhitungan biaya akhir

Setelah proyek selesai ,Quantitysurvayor akan membuat perhitungan biaya akhir (Final account)berdasarkan biaya-biaya yang telah di keluarkan selama pelaksanaan proyek.

BAB III

KESIMPULAN

Dari uraian pada bab-bab sebelumnya membuktikan peranan Quantity surveyor dalam mengendalikan biaya proyek,ada beberapa tahap proses evaluasi pengendalian biaya proyek :

1. Perkiraan biaya awal (Budhet estimate),apakah masih sesuai terhadap nilai kontrak ?pada umumnya perkiraan biaya awal lebih besar dari nilai kontrak.

2. Nilai kontrak yang di tawarkan apakah memenuhi terhadap biaya akhir (final account),di sini besarnya pekerjaan tambahan sanggat berpengaruh sekali terhadap biaya akhir proyek.

3. Perkiraan biaya awal apakah masih sesuai dengan biaya akhir proyek ,tahap ini pengendalian biaya di pengaruhi oleh pekerjaan tambahan /kurang pada perhitungan biaya akhir (final account)

Peranan konsultan Quantity surveyor dalam tugasnya mengendalikan biaya proyek pada khususnya banyak di terapkan pada proyek-proyek swasta nasional dengan dana pinjaman bank nasional atau ada kaitanya kerjasama antara pemilik dengan pihak luar negeri,sehingga profesi Quantity surveyor yang berasal dari inggris ini masih sedikit sekali di terapkan di Indonesia sebagai badan yang ahli dalam mengendalikan biaya dalam keterlibatanya di proyek.

DAFTAR PUSTAKA

· Internet ;www.google.com (Quantity surveyor)

· Sri ,tugas akhi 1999 ITS “Penerapan Quantity surveyor dalam pembangunan gedung bertingkat”,Surabaya

· Huda miftahul 2008 “diktat professional skill”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: