Rekayasa Nilai

Tugas Rek.Nilai

  • Trinela Fibrian Engga Setia (05 11 0008 )
  • Eko Bagus Sampurno (05 11 0004 )

STUDI KASUS PENETAPAN METODE REKAYASA NILAI

PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KAMPUS MUHAMMADIYAH MALANG

  1. KONSEP PENERAPAN REKAYASA NILAI PLAFON PROYEK PEMBANGUNAN KAMPUS MUHAMMADIYAH MALANG.

Penerapan metode rakyasa nilai pada Proyek pembangunan Gedung Kampus UMM dilakukan dengan menggunakan tahap-tahap dalam rencana kerja (job plan). Pada studi kasus ini, analisa yang dilakukan hanya terbatas pada plafon bangunan yang berada di Jln.Raya Tlogomas,No.246 Malang, dengan asumsi bahwa catchment area (daerah penangkapan) yang ada hanya meliputi Pada konstruksi Gedung tersebut..

Untuk menrapkan metode rekayasa nilai ini, pertama-tama dianalisa semua inforamasi yang berhubungan dengan proyek pembangunan gedung tersebut. Kemudian dianalisa fungsi dari masing-masing komponen sistem Gedung tersebut, sehingga dapat diidentifikasi fungsinya. Pada tahap selanjutnya dicari ide dan alternatif pada tahap penilaian setelah itu dua ide dan alternatif yang terbaik dikembangkan lagi pada tahap pengembangan. Pada tahap akhir diajukan usaha mengenai dua laternatif dan ide terbaik pada pemilik proyek.

Pada tahap-tahap rencana kerja terdapat keterkaitan satu dengan yang lainnya, misalnya bila pada tahap kreatif terjadi kekurangan data atau informasi, maka tim rekayasa nilai harus melengkapi kekurangan tersebut pada tahap onformasi terlebih dahulu.

2. TAHAP INFORMASI

Tahap informasi gunanya untuk pengumpulan data – data Proyek, pemilihan item dan menganalisa fungsi terhadap item – item pekerjaan terpilih.

2.1 Pengumpulan Data

Pengumpulan data berfungsi untuk mendapatkan basis informasi mengenai suatu system atauproyek.

    1. Informasi Untuk Proyek

  1. Informasi Proyek

  1. Nama Proyek : Proyek pembangunan gedung kampus III Unuversitas Muhammadiayah Malang ( UMM ).

  2. Lokasi : Jln.Raya Tlogomas,No.246 Malang.

  3. Pemilik Proyek : Universitas Muhammadiyah Malang.

  4. Tim Perencana : Komisi pembangunan Kampus Muhammadiyah Malang.

  1. Data Bangunan.

  1. Terdiri dari : 1 (satu) gedung

  2. Jumlah lantai : 6 (enam) lantai

  3. Tinggi gedung : 24 m

  4. Luas lokasi : 2280 m2

  1. Batas Proyek.

  1. Timur : Gedung kuliah bersama

  2. Barat : Stadion Olah raga

  1. Fungsi Gedung

  1. Sebagai ruang kuliah fakultas ekonomi dan kantor.

    1. Informasi Bangunan Plafon

  1. Rangka Plafon kamper 4/6 dan plafon gypsum

  2. Besi ф 6mm penggantung plafon

  3. baut 2-4’

  4. Besi penggantung.,Cat plafon

TAHAP INFORMASI ANALISA FUNGSI

Item pekerjaan : Plafon

Fungsi : Penutup langit-langit

No Komponen

Fungsi

jenis cost Worth
K.kerja K.benda
1. triplek menutup Langit-langit B 200,793,600.00 200,273,600.00
2. Rangka plafon menempelkan Gypsum S 263,541,600.00 0
3 baut menyatukan Metal furing S 10,756,600.00 0
4 Baut Gypsum Menempelkan gypsum S 14,342,400.00 0
5 Meni rangka plafon Menambah Keawetan S 23,275,324.80 0
6 Cat plafon Memperindah plafon S 72,608,400.00 0
7. Besi penggantung Mengantung plafon S 9,114,291.60 0
594,432,216.50 200,273,600.00

Berdasarkan analisa fungsi pekerjaan yang dapat di value engineering apabila cost atau worth > 1 Sedangkan sesuai pehitungan di atas di mana 594,432,216.50 : 200,273,600.00 =2,96

Itu artinya 2,96 >1 maka layak di lakukan VE.

  1. Tahap Kreatif

Dalam kasus ini kami akan melakukan beberapa tahap kreatif pada bagian plavon yang nantinya di maksudkan dapat meminimaliskan anggaran biaya pembangunan pada tahap bagian plafon,di sini kami memiliki beberapa usulan atau beberapa kreatif di antaranya sbb:

Desain Awal

-Besi penggantung,rangka kayu camper,penutup Gypsum,finising cat

Kreatif 1

-Besi penggantung,rangka kayu, enternit finising cat

Kretif 2

-Besi penggantung,rangka kayu,Gypsum 9mm,finising cat

Kretif 3

-Besi penggantung,rangka kayu,penutup GRC 4mm,finising Cat

Kretif 4

-Besi pengantung,metel furing ,penutup triplek 4mm,finising Cat

Kreatif 5

-Besi penggantung,krangka metal furing ,enternit ,finising cat

Kretif 6

-Besi penggantung,kerangka metal furing,penutup gypsum 9mm,finising cat

Kreatif 7

-Besi penggantung,kerangka metal furing,penutup GRC 4mm,finising cat

Kretif 8

-Besi pengantung,kerangka profil L ,penutup triplek 4mm ,finising cat

Kretif 9

-Besi penggantung,kerangka profil L,penutup enternit,finising cat

Kretif 10

-Besi penggantung,krangka profil L,penutup Gypsum 9mm,finising cat

Kreatif 11

-Besi penggantung,Kerangka profil L,penutup GRC 4mm,finising cat.
  1. Tahap Analisa

Untuk mempermudah dalam menganalisa di perlukan parameter yang di tetapkan sebagai berikut :

  1. Biaya → Sangat murah = 8

Murah = 6

Mahal = 4

Sangat mahal = 2

  1. Estetika

Sangat indah = 8

Indah = 6

Jelek = 4

Sangat jelek = 2

  1. Teknik pelaksanaan

Sangat mudah = 8

Mudah = 6

Sulit = 4

Sangat sulit = 2

  1. Keawetan

Sangat awet = 8

Cukup awet = 6

Tidak awet = 4

Sangat tdk awet = 2

  1. Perawatan

Sangat mudah = 8

Mudah = 6

Sulit = 4

Sangat sulit = 2

Tahap Analisa

Analiasa Keuntungan dan Kerugian

No

Alternatif

Keuntungan

Nilai

Kerugian

Nilai

Total

Rangking

1

A1

-Biaya murah

-Pelaksanaan mudah

-Perawatan mudah

-Estetika indah

7

6

6

6

Tidak awet

4

29

3

2

A2

-Keawetan cukup

-Pelaksanaan mudah

-Perawatan mudah

-Estetika indah

6

6

6

6

Mahal

5

29

4

3

A3

-Awet

-Pelaksanaan mudah

-Perawatan mudah

-Estetika indah

6

6

6

6

Mahal

3

27

4

A4

-Pelaksanaan mudah

-Perawatan mudah

-Estetika indah

-Sangat awet

6

6

6

8

mahal

4

29

2

5

A5

-Pelaksanaan mudah

-Estetika bagus

-Perawatan mudah

-Perawatan m

6

6

6

-mahal

-Tidak awet

4

4

26

6

A6

-Pelaksanaan mudah

-Estetika bagus

-Perawatan mudah

-Sangat awet

6

6

6

8

Mahal

4

30

1

7

A7

-Pelaksanaan mudah

-Estetika bagus

-perawatan mudah

-Sangat awet

6

6

6

8

Sangat mahal

2

28

8

A8

-Pelaksanaan mudah

-Estetika bagus

-Perawatan mudah

-Awet

6

6

6

6

Biaya sangat mahal

2

26

9

A9

-Pelaksanaan mudah

-Estetika bagus

-Perawatan mudah

6

6

6

-Biaya sangat mahal

-Tdk awet

2

4

24

10

A10

-Pelaksanaan mudah

-Estetika bagus

-Perawatan mudah

-Awet

6

6

6

6

Biaya sangat mahal

2

26

11

A11

-Pelaksanaan mudah

-Estetika bagus

-Perawatan mudah

-Awet

6

6

6

6

-Biaya sangat mahal

2

26

Dari analisa terdapat 3 alternatif :

  1. Alternatif 1 (B6) → Gypsum,dilapisi cat plafon,dengan rangka plafon metal furing

  2. Alternatif 2 (B4) → Plafon triplek,di lapisi cat plafon,dengan rangka plafon metal furing

  3. Alternatif 3 (B1) → Plafon interknit di lapisi cat plafon,dengan rangka plafonkayu kamper di lapisi meni,di gantung dengan besi penggantun

  1. Tahap Pengembangan (Development Phase)

Tujuan tahap ini adalah menyiapkan saran-saran dan rekomendasi tertulis untuk alternatif yang terpilih. Beberapa alternatif terbaik yang terpilih tadi dievaluasi kemungkinan pelaksanaan berdasarkan faktor ekonomis dan teknis. Hasil evaluasi disusun secara rinci sehingga menjadi laporan tertulis yang berisi rekomendasi-rekomendasi.

Langkah-langkah yang perlu diambil adalah:

  1. Membandingkan desain yang terpilih

  2. Membandingkan biaya desain

  3. Mendiskusikan rekomendasi

  4. Mendiskusikan implikasi/keadaan dan kebutuhan dalam pelaksanaan desain yang direkomendasikan

  5. Menghitung biaya siklus hidup

  • Analisa tahap pengembangan pada konstruksi plafon.

Dalam tahap ini memilih hanya satu alternatif yang dianggap terbaik untuk dilaksanakan, sedangkan yang lainnya bisa dipersiapkan untuk keperluan presentasi bila pilihan pertama tidak disetujui oleh pemilik.

Pada proses desain dilakukan usaha untuk mentransformasikan kebutuhan sistem plafon menjadi desain yang dapat memenuhi kebutuhan, yaitu sebagai akses dan pemberi keamanan kepada pengguna plafon, Kebutuhan tersebut sebagai fungsi utama yang dapat diuraikan sebagai berikut:

    1. Dasain

Desain awal Desain usulan

Besi Penggantung

Rangka kayu

Gypsum

Finising cat

Besi Penggantung

Rangka kayu

Plafon eternit

Finising cat

Dari hasil perubahan desing dan dilihat pula dari tahap rekomendasinya, maka dapat diperoleh hasil perhitungan biaya konstruksi desing awal dan desain alternatif pekerjaan tangga pada tabel berikut:

No

Uraian pekerjaan

Volume

Harga satuan

Jumlah harga

1

Alternatif 1

  1. Rangka plafon metal furing

  2. Plafon gypsum

  3. Cat plafon

11.952,00

11.952,00

11.952,00

Rp.28.000,00

Rp.18.150,00

Rp. 6.075,00

Rp.334.655.000,00

Rp.216.928.800,00

Rp. 72.608.400,00

Total

Rp.624.193.200,00

2

Alternatif 2

  1. Rangka Plafon metal furing

  2. Plafon triplek

  3. Cat plafon

11.952,00

11.952,00

11.952,00

Rp.28.000,00

Rp.16.800,00

Rp. 6.075,00

Rp.334.656.000,00

Rp.200.793.600,00

Rp. 72.608.400,00

Total

Rp.608.058.000,00

3

Alternatif 3

  1. Rangka plafon kayu kamper

  2. Plafon eternit

  3. Cat plafon

  4. Meni rangka plafon

  5. Paku 2”-4”

  6. Paku triplek

  7. Besi penggantung plafon

11.952,00

11.952,00

11.952,00

11.952,00

11.952,00

11.952,00

11.952,00

Rp.22.050,00

Rp.12.990,00

Rp. 6.075,00

Rp. 2.782,00

Rp. 900,00

Rp. 120,00

Rp. 762,57

Rp.263.541.600,00

Rp. 155.256.480,00

Rp. 72.608.400,00

Rp. 23.275.324,80

Rp. 10.756.800,00

Rp. 1.434.240,00

Rp. 9.114.291,60

Total

Rp.535.987.136,40

Hasil analsis biaya awal dari kretiga alternatif desain tangga adalah sebagai berikut :

  • Alternatif 1: Rp. 624.193.200,00

  • Alternatif 2 : Rp. 608.058.000,00

  • Alternatif 3 : Rp. 535.987.136,40

Biaya untuk Plafon pada anggaran proyek pembangunan Gedung Kampus Muhammadiyah Malang sebesar Rp. 594,432,216.50 dianggap sebagai coast. Maka ratio fungsi utama Pekerjaan plafon adalah sebagai berikut :

Untuk alternatif 1

Untuk alternatif 2

Untuk alternatif 3

Dalam rekayasa nilai, ratio antara 1 – 2, kecil kemungkinan terjadi pengehematan untuk studi analisis nil

    1. Plafon Gypsum

      Plafon Eternit

      100

      60

      80

      50

      90

      70

      90

      60

      85

      65

      85

      60

      60

      95

      65

      85

      75

      75

      60

      85

      85

      60

      Perbandingan pembiayaan

  1. Harga material

  2. Upah kerja

  3. Cara pekerjaan

  4. Sumber daya manusia

  5. Waktu pelaksanaan

  6. Waktu pekerjaan

  7. Kekuatan

  8. Keindahan

  9. Pengecatan

  10. Life time

  11. Biaya perawatan.

No

Yang Di bandingkan

Gypsum

Eternit

Alasan

Refrensi

1 Harga Material

100

60

Brosur
2 Upah Kerja

80

50

Karna butuh keahlian khusus untuk memasang plafon berbahan Gypsum dan tidak semua orang bisa melakukan

Lapangan
3 Cara Pekerjaan

90

70

Membutuhkan ketelatenan,dan skill untuk mengerjkannya Lapangan
4 Sumberdaya manusia

90

60

Tidak semua orang bias melakukan ,karna butuh keahlian khusus Lapangan
5 Waktu Pelaksanaan

85

65

Lebih rumit ,butuh ketelatenan Lapangan
6 Waktu Pekerjaan

85

60

Pekerjaannya rumit Lapangan
7 Kekuatan

60

95

8 Keindahan

65

85

9 Pengecatan

75

75

Karna bahannya yang cendrung campuran yang banyak menyerap.
10 Life time

60

85

Bahannya yang mudah rusak apa lagi bila terkena air. Brosur
11 Biaya Perawatan

85

60

5. TAHAP PRESENTASI

Tahap ini merupakan tahap terakhir dari langkah kerja metode rekaya nilai. Tahap yang harus mempresentasikan hasil desain dalam bentuk nyata, yang meliputi :

  1. Memilih desain alternatif yang terbaik untuk diusulkan

  2. Membuat kesimpulan dan rekomendasi

  3. Membuat gambar-gambar atau sketsa dari desain yang dipilih

  4. Membuat biaya-biaya awal, pemeliharaan dan siklus hidup

  5. Menjelaskan tentang biaya penghematan

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka :

    • Diusulkan alternatif desain 1 (pipa beton tanpa tulangan) sebagai desain utama drainase perumahan Merapi View, sedangkan alternatif 2 (pasangan batu kali tanpa plesteran) sebagai cadangan.

    • Biaya awal :

      1. Alternatif 1 : Rp. 624.193.200,00

      2. Alternatif 2 : Rp. 608.058.000,00

      3. Alternatif 3 : Rp. 535.987.136,40

Dari hasil alternatif dapat dilihat bahwa alternatif desain plafon 3 menghemat Rp 58.445.080,10 di peroleh dari biaya awal di kurang biaya alternative (594,432,216.50 535.987.136,40).

  • Keuntungan Dan Kerugian
  • Bahan gypsum

  1. Untuk tahap pekerjaan Gypsum memerlukan SDM khusus

  2. untuk biaya setelah di surve di lapangan lebih mahal daripada eternit

  3. bahan gypsum lebih cepat rusak apabila terkena air,bahkan bahan dari gypsum akan langsung hancur bila terkena air

  4. Untuk waktu pekerjaan lebih cepat di banding menggunakan Eternit

  • Bahan Eternit

  1. Untuk pekerjaan tidak membutuhkan tenaga khusus,semua orang bisa melakukan.

  2. Biaya lebih murah di banding gypsum.

  3. Lebih kuat ,apa bila terkena air masihbisa mentoleransi tidak langsung hancur.

  4. Namun untuk pekerjaan lebih lambat di bandingkan pengerjaan gypsum.

  • Kesimpulan

Dari uaraian dan pembahsan diatas, dalam penerapan analsia rekayasa nilai terhadap Plafon pada Pembanguna gedung kampus UMM didapat beberpa kesimpulan sebagai berikut :

  1. Dari analsis keuntungan dan kerugian, analsis kelayakan dan analisis matriks didapat kan rangking alternatif-alternatif desain penutup atap dari Eternit,rangka kayu kamper,dan penggantungbesi.

  2. Dari analisis biaya awal, siklus hidup dan penghematan yang diperolah didapatkan usulan desain utama adalah Penutup gypsum,rangka kayu,penggantung besi dengan biaya awal sebesar Rp. 594,432,216.50 sedangkan buaya siklus hidup sebesar Rp. 535.987.136,40 dan penghematan sebesar Rp. 58.445.080,10

  3. Pada tahap desain jika ratio > 1 maka dapat dilakukan rekayasa nilai, jika tahap konstruksi ratio < 2 tidak perlu dilakukan rekayasa nilai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: